Satu Lingkaran Meja Bundar

Widya seperti biasa, duduk di pinggir atau di pojok, mengamati setiap alumni yang lain. Ini memang gayanya, dia tidak menjadi lakon yang mencari perhatian teman-teman tapi sebaliknya ia pengamat yang sesungguhnya lakon. Teman-teman tahu bagaimana kelakonan Widya yang menjadi buah bibir oleh karena kegantengannya sebagai seorang laki-laki. Seperti halnya pada perempuan, kecantikan primadona-primadona sekolah yang menjadi uberan kumbang-kumbang untuk hinggap dan mengisap madunya.

Ini hanya perumpamaan jangan bersifat ngeres, oleh karena hal ini lumrah terjadi pada masa remaja sekolah seperti anak-anak SMP dua puluh delapan silam yang kini reuni guna mengenangkan semuanya. Kelebihan Widya di sini tampak dengan adanya teman-teman lelaki yang berkumpul bersamaya di satu meja bundar reuni kali ini. Totok, Agus Landak, Kris, misalnya, bersama teman lain mereka duduk melingkar di meja di mana ada Widya yang tubuhnya bersandar pada sandaran kursi. Ia bersedekap, menumpukan kaki satu di atas kaki satunya, ia tersenyum melihat semua kelakuan yang terjadi di antara para reuni, yang tertawa-tawa, berpelukan, senyam-senyum, saling goda, saling cerita atau CLBK.

Ingin tahu gosip yang beredar di lingkaran lelaki bersama Widya ini? Harus mengikuti reuni sampai usai, bahkan melanjutkannya bersama mereka. Sebab, kelompok inilah yang terus berkumpul di situ hingga ruang aula hanya tersisa kursi dan meja. (alumnismpn1bojonegoro)

No comments:

Post a Comment